0

Cart

×

Kopi, si hitam yang lebih dari sekadar minuman

February 17, 2020

Dari mana asal kata "kopi"? Asal muasalnya dari bahasa Arab "Qahwah" walau tanaman kopi aslinya dari Ethiopia. Namun baru ditanam secara berkala di Yaman, sehingga kata "Qahweh" dikenal sebagai yang pertama menggambarkan minuman berwarna hitam ini.

Kemudian menjadi "Kahveh" dalam bahasa Turki sebab bangsa Turki adalah yang pertama menyangrai coffee beans yang masih berwarna hijau. Pada abad 17 kata "kahveh" diserap ke dalam bahasa Italia menjadi "caffe" sehingga Eropa menemukan padanan katanya. Lalu menyebar ke Jerman menjadi "kaffee", Hungaria dengan "kave" dan akhirnya bahasa Inggris "coffee".

Sejarah kopi konon bermula pada abad ke-9 di Abyssinia, atau sekarang menjadi Ethiopia, Afrika. Namun, budidaya dan perdagangan kopi dimulai oleh pedagang Arab di Yaman pada abad ke 15. Persentuhan dengan Eropa tercipta karena ekspansi kerajaan Ottoman Turki baik lewat perdagangan, maupun perang.

Kopi menjadi bagian dari kebudayaan kota Wina, Austria ketika bangsa Turki mengepung Wina tahun 1683 meninggalkan karung berusu biji kopi. Biji kopi yang ditinggalkan ini kemudian diambil orang-orang Austria yang langsung menyukai kopi. Dalam waktu singkat kedai kopi mewabah di Wina. Kedai kopi dianggap sebagai "ruang keluarga tambahan" bagi warga Wina. Tersebutlah tokoh terkenal seperti Sigmund Freud bahkan Leon Trostsky pernah ngopi di Wina.

Kopi dan sejarah peradaban dunia tidak bisa dilepaskan. Pada akhir abad ke 17, Belanda mulai menanam kopi di Malabar, India lalu di pulau Jawa. Dalam waktu singkat, nusantara menjadi pengekspor kopi utama ke Eropa. Lalu kedai kopi di luar Timur Tengah pertama kali ada di Venesia, Italia tahun 1629, di Oxford, Inggris pada tahun 1652, dan sampai 1675 ada lebih dari 3,000 kedai di Inggris. Belanda pula menjadi salah satu yang "mengenalkan" kopi ke Amerika Tengah dan Selatan lewat jajahan mereka, Suriname, pada abad 18. Kopi lalu semakin mendunia dan keberadaan kedai menjadi penting dalam ekonomi.

Banyak orang ternama yang mengasah ketajaman berpikirnya di kedai kopi. Salah satunya adalah Voltaire (1641-1778) yang merupakan filsuf dan pemikir politik modern dan berasal dari Perancis. Karyanya menjadi rujukan penting beberapa pemikir lain seperti Jean Jacques Rousseau dan Montesque. Voltaire mengasah ide dan argumennya di kedai kopi, dalam sehari dia bisa menenggak 40 cangkir kopi sambil berdiskusi dengan rekan-rekan sejawatnya. Bahkan ada ciri khas tersendiri, yakni Voltaire senang meminum kopi dengan cokelat. Nah kawan, kisah dan ide apa yang lahir dari nongkrong di kedai kopi?