November 25, 2021

Mengenal ROWT Roastery; Micro roastery yang berfokus pada keunikan dan edukasi biji kopi lokal.

Andrey, Founder sekaligus Roaster dari ROWT Roastery memulai awal karirnya di dunia perkopian pada tahun 2016 sebagai barista dan terus merintis karirnya hingga menjadi produsen atau roaster. ROWT Roastery sendiri mulai berproduksi pada bulan Maret 2020 dan merupakan home-produce roastery karena memproduksi dalam skala kecil dan masih mengkurasi kopi-kopi lokal. Menjadi seorang roaster diawali karena adanya ketertarikan dan pengetahuan yang mumpuni dari proses awal hingga produk jadi. Untuk saat ini, Andrey dan Rowt Roastery-nya belum melakukan bisnis secara B2B karena kapasitas produksi yang terbatas dan adanya keinginan untuk fokus pada manual brew.

Boleh cerita sedikit tentang kolaborasi antara Lo dan Filosofi Kopi? Kenapa kedua beans (Campaka dan Sangir) ini yang lo bawa untuk kolaborasi kali ini?
Yang bakal gua bawa ke Jakarta Coffee Week 2021 bareng sama Filosofi Kopi ini bawa 2 kopi. Campaka Experimental Lot dari processor yang udah kerjasama bareng gua dari lama. Experimental lot ini gua request nano lotnya untuk processor eksplor sendiri dari segi processing. Jadi gua ambil beberapa beans yang cukup unik dan gua bawa di event ini. Dan Sangir yang dari Solok, Sumatera Barat terhitung baru processornya. Baru ambil beberapa hasil panennya tapi cukup tertarik sama biji kopi Sangir Honey karena untuk kopi dengan proses honey, ini salah satu yang cocok untuk selera gua dan kalau dari segi roasting, cocok untuk di eksplor banyak hal

Sering ngelakuin kolaborasi gak sih?
Beberapa kali kolaborasi dijalankan bersama dengan coffee shop yang sudah bekerjasama dalam bentuk B2B. “Kita punya agenda perbulan untuk rilis di coffee shop partner karena gak ada offline store untuk display. Jadi pake fasilitas dan crowd untuk membangun awareness terhadap kopi yang baru dirilis. Jadi turunan dari beans kolaborasi dengan coffee shop partner yang pernah gue jalanin itu hasilnya end product minuman.

Lo melihat tren kopi di Indonesia sekarang arahnya kemana nih?
Semenjak pandemi sih gua liat banyak micro roastery mulai muncul. Salah satunya gua; sebagai pemain baru. Kalo diliat trennya banyak yang menarik karena mereka (micro roaster baru) punya kapasitas untuk sourcing kaya yang gua lakukan.” Dari tren yang naik-turun sejak pandemi membuat adanya waktu yang dapat digunakan untuk memaksimalkan kemampuan gua. Gua coba bikin karakter dari roastery yang gua bangun. Salah satunya dari segi visual dan dari segi edukasi. Menurut gua banyak beans yang unik tapi belum sampe ke telinga masyarakat luas karena informasinya terbatas. Gua sebagai orang yang menurut gua punya keleluasaan untuk itu, gua coba display dan tawarkan ke market gua pribadi.

Spirit dari ROWT itu kan sourcing and crafting, Itu filosofinya seperti apa Ndre

“Sourcing and crafting the flavours of origins. Sourcing karena gua suka eksplor dan mencari beans yang menurut gua punya potensi untuk dikenalkan ke masyarakat yang lebih luas. Crafting karena roastery ini jenis art yang menghasilkan produk dengan nilai jual yang berbeda dengan minuman.”

Gimana cara lo menghadapi pandemi ini?
Dalam proses membangun Rowt Roastery ini, gua cukup kaget karena bertepatan dengan awal adanya pandemi. Ditambah keputusan gua untuk resign dari kerjaan gua sebelumnya bikin gue sedikit goyah untuk mulai berbisnis. “Tapi setelah berjalan, kalau lo fokus ada hasilnya. Salah satunya setelah pandemi itu mulai, ada PSBB dan teman-temannya itu, waktu itu memang fokusnya ngebangun barang yang menurut gua layak dijual dan punya potensi untuk setelah PSBB longgar dan jualan lebih luas. Menurut gua cukup berhasil karena waktu itu gua punya waktu sekitar 2 bulanan untuk eksplor dari segi roastingnya, dari segi grind beans dan segala macem sampe akhirnya juga bisa gua jual dan cukup diterima sama beberapa kalangan dan akhirnya bisa fokus sampe kaya sekarang dan punya beberapa special lot juga.”

Berarti awal-awal Rowt Roastery itu targetnya home brewers ya?
Home brewers menjadi target dari Rowt Roastery. Selain itu, Rowt Roastery juga mementingkan edukasi kepada home-brewers sebagai nilai tambah yang bisa ditawarkan kepada market. “Emang awal mulanya gua gak muluk-muluk cari coffee shop karena ya coffee shop tutup dan gak punya market yang tetap. Waktu itu juga home brewers juga mulai bermunculan mereka juga udah berani buat nyeduh sendiri.