Filosofi Kopi berdiri bersamaan dengan munculnya film Filosofi Kopi yang diadaptasi dari novel Dewi Lestari. Filosofi Kopi didirikan oleh Angga Sasongko, Anggia Kharisma, Handoko Hendroyono, Chicco Jerikho dan Rio Dewanto. Pada tahun 2015 Filosofi Kopi Kedai direncanakan dari awal, bukan efek dari kesuksesan film namun sebuah upaya pengembangan ekosistem secara bersamaan sehingga menjadi sebuah pengalaman luar biasa ketika imajinasi di film layar lebar menjadi kenyataan. Seiring proses pembuatan film Filosofi Kopi pertama; ekosistem Filosofi Kopi dibangun dengan semangat “User Generated Content”. Engagement yang kuat dibangun berbarengan dengan semangat komunitas kreatif terutama komunitas kopi.


Filosofi Kopi adalah sebuah movement untuk memberdayakan kopi Nusantara. Kita Indonesia memiliki kekayaan kopi yang luar biasa. Namun seperti kita tahu bahwa gerai-gerai kopi dari manca negara yang berkibar di Indonesia. Juga beans Indonesia justru kalah pamor dengan beans-beans luar negeri. Filosofi Kopi tumbuh kembang sebagai sebuah ekosistem yang dekat dengan dunia kopi. Ekosistem berkembang dari kedai, produk kopi, art, fashion, musik hingga event-event yang dekat dengan anak muda.